Featured

Dirumah Aja

Tak terasa hampir 3 bulan di rumah aja karena corona. Hari-hari pertama saya bingung. Biasa di keramaian Jakarta tiba-tiba di rumah hanya berempat anak istri.

Tapi saya berusaha menghibur diri dan anak istri. Diantaranya berbenah peralatan di rumah yaitu cuci sepatu. Cara cuci saya pakai ala shoe laundry yang sempat saya alami ikut bantu saudara yang sempat punya usaha laundri sepatu bernama @sneakpig sebagai pekerja.

Trik cuci sepatu ala shoe laundry memang bagus. Apa lagi di saat corona saudara saya masih saja ada pelanggan. Tarifnya mulai dari 50 ribu.

Iqbal CJR-@sneakpig
Featured

Stop Mudik

Tidak Pandang Bulu

Aturan ini benar-benar terjadi. Seperti gambar diatas, tidak pandang bulu. Semua pemudik yang melewat ini pasti distop petugas corona.

Pangkalan Kotobaru
Sumber: Grup di Whatsapp

Setau saya tidak ada jalan tikus disini. Mutlak harus putar balik.

Cerita di kawasan lain, tol Cileunyi sepi karena pemudi yang balik arah Jakarta disetop dan juga disuruh putar balik di pintu tol Cileunyi. Jadinya tolnya sepi.

Tol Cileunyi
Featured

Berlebaran Saat Corona

Selalu Waspada

Meski dilarang pergi berlebaran tetap tak terbendung ingin berlebaran ke saudara dan tetangga.

Saya dengan salah satu saudara kebetulan berdekatan dan merupakan rumah pertama kunjungan kami. Biasa kami bercengkrama dan minum serta makan kue.

Saya tetap waspada berlebaran ditengah corona dan kemana saja selalu bawa masker dan anti septik.

Featured

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Taqobbalallaahu minna wa minkum, Taqobbal Yaa Kariim”

Barakallahu Fiikum

Foto Foto Blogger sekeluarga

Featured

Oleh-Oleh

Hubungan Sosial

Adanya hubungan dengan seseorang berhubungan pula dengan oleh-oleh. Oleh-oleh diberikan sebagai bentuk bagusnya hubungan. Bisa mahal dan murah. Bentuknya bisa benda, makanan dan lain-lain.

Jam tangan ini dari sepupu saya tahun 2013 lalu masih saya pakai sampai sekarang.

Oleh-oleh, buah tangan, cinderamata dan merchandise sepertinya hampir sama, bagaimana menurut Anda?

Featured

Kue Lebaran

Bantu ibu bikin kue

Ibu-Ibu Sibuk

Seminggu sebelum lebaran gak dimana para ibu-ibu mulai sibuk membuat kue. Terlebih dulu mereka ke pasar cari bahan kue dan cetakan.

Cetakan kue sawa (istilah kampung saya) diatas merupakan barang yang hampir semua keluarga punya. Begitu juga orang tua saya. Alat ini bisa menghasilkan beragam bentuk kue menarik.

Setiap rumah tercium wangi kue. Wangi mentega atau bumbu yang menggugah selera.

Kue Bawang

Sudah pasti ada tiap lebaran. Model panjang, gunting dan siput dengan bantuan garpu. Kue ini saya sering bikin waktu kecil membantu ibu sambil nunggu buka puasa.

Gelamai

Bagi yang terbiasa, akan membuat gelamai. Proses memasaknya cukup lama. Di wajan besar diatas tungku kayu dengan kayu bakar dari tebu hitam agar rasa gelamai bertambah enak kata orang kampung.

Kue Sopik

Termasuk kue paling umum ada setiap lebaran. Model gulung dan kipas.

Featured

Ngabuburit

BKT Jakarta Timur.

Menunggu Buka

Ngabuburit Ini bahasa Sunda. Bahasa saya “Molengah Paso” yang maksudnya “menghibur diri sebelum berbuka puasa dengan mencari Ta’jil.”

Burit artinya “Maghrib.” Dibaca “Burit” dalam Bahasa Sunda. Ngabuburit yang berarti “Ngemaghrib” atau nunggu Maghrib/buka puasa. Kitu panginteun😊

Di BKT Jakarta Timur, tempat menjual Ta’jil sangatlah ramai dan macet. Bukan hanya Ta’jil tapi juga berbagai barang lain. Kerap bila beli Ta’jil kesana pulang ke rumah sudah telat dan orang sudah berbuka yang akhirnya berbuka disana.

Berbuka Dengan Kopi

Kebanyakan ngabuburit dilakukan oleh anak-anak bersama ibunya tapi bapak-bapak juga gak mau kalah.

Beberapa bapak-bapak lebih memilih diam di rumah. Berbuka dengan kopi dan rokok adalah yang ditunggu-tunggu.

Featured

Minum Kopi

Menimbulkan ide

Suka Kopi

Kapan dan dimana saja saya menyempatkan waktu untuk menyeruput serbuk pait ini. Di rumah dan di perjalanan. Apakah itu di warung, kafe, bandara, hotel dan lainnya.

Kepuasan Minum Kopi

Sebagai penyuka kopi ada hal khusus menurut saya yaitu cita rasa minum kopi. Kepuasan ngopi dan ide yang tercipta itulah kepuasan. Sering terlihat orang-orang minum kopi di kafe sambil main gadget atau laptop mengerjakan sesuatu.

Malu ih, kalo saya seringnya di Warmindo. Murah meriyah.

Banyak merek dan rasa kopi. Tapi yang sering saya minum yang umum saja.

Ada banyak kopi yang coba serta oleh-oleh dari teman yaitu kopi Aceh, Thailand, Vietnam, Bandung, Flores, Dangung-Dangung, Jambi, Bali dan Lampung.

Kedai Kopi

Kedai kopi dimana saja ada. Tapi di Tanjungpinang dan sekitarnya paling banyak menurut saya. Kopinya pahit, kental dan tanpa serbuk. Roti cane, ketan, lemper, risoles, pastel dan goreng pisang adalah makanan sehari-hari di Tanjung Balai Karimun, Batam dan Bintan .

Di Sumatera Barat juga demikian. Para pria umumnya nongkrong saat waktu luang. Yang sering pagi hari sebagai sarapan ditemani goreng katan.

Featured

Kuliner Minangkabau

Dijadikan Oleh-Oleh

Makanan Khas

Di Sumatera Barat banyak jenis makanan dan minuman terkenal. Bisa disebut kuliner karena makanan dan minumannya “khas” apalagi bagi yang bertamu kerap dijadikan oleh-oleh.

Rendang

Rendang

Ini yang paling populer sampai seluruh dunia. Pasti dan wajib ada di setiap Rumah Makan Minang. Rendang pun ada banyak macam. Rendang paru, rendang daging, rendang telur dan rendang ayam.

Aneka Gulai

Aneka gulai. Gulai kalio, toco ikan, asam padeh, ayam pop, sambalado tanak, gulai joriang, gulai cobodak, gulai jantuang pisang, gulai taleh dan kolikih.

Aneka Sayur

Daun dijadikan lalap seperti daun pucuak ubi dan daun pepaya seperti urap.

Aneka Dendeng

Ada dendeng batokok, dendeng lombok dan dendeng aja. Kalau di hari lebaran di kampung ada dendeng ragi berupa serundeng yang dagingnya sedikit.

Gelamai

Makanan khas Payakumbuh. Maka dijuluki Kota Gelamai. Sejenis dodol yang bisa tahan sangat lama yaitu 1 tahun bila disimpan dalam batok kelapa. Sama dengan rendang juga demikian.

Ajik

Hampir sama dengan gelamai tapi berupa beras pulut berwarna putih dan coklat.

Ponukuk

Aneka penganan lain sering tersedia di beberapa tempat misalnya ponukuk, sorabi, limpiang, lupi, sarikayo, ampiang dadiah, es tebak, martabak, sate, sanjai, lomang, lomang panggang, bika, pinyaram, pergedel jagung, telor asin, bubur kampiun, bubur delima, limpiang, goreng katan dan banyak lagi.

Yang lainnya ada bubua samba. Makanan sejenis lontong biasanya pakai nangka atau buncis untuk sayurnya.

Oleh-Oleh

Daftar makanan ini sering dijual dan dijadikan oleh-oleh karena tahan lama dan praktis cntohnya: korupuak tunjang, sarang balam, roda gandiang, botiah, kipang, beras rendang, sanjai, sagun baka, gelamai, ajik dan kue bawang.

Buah dan Sayur

Biluluak, palasan, ambacang, rambai adalah diantaranya buah yang sering ada di Sumbar dan sayurannya jangkang, kincuang, telur tebu, jantung pisang dan sebagainya merupakan sayur kebanyakan di rumah, bukan di rumah makan.

Minuman

Di pasar-pasar umumnya sering jual es tebak, aia aka, aia tobu, aia niro. Apalagi saat bulan puasa sebagai ta’jil.

Khas Masing-Masing Daerah

Masing-masing daerah di Sumbar punya kuliner/makanan dan minuman khasnya. Seperti daftar ini:

Kab. 50 Kota

Terkenal dengan:

  • Rendang telor
  • Gelamai
  • Jagung
  • Beras rendang
  • Korak koliang
  • Aia aka
  • Bongko
  • Air nira
  • Korupuak tunjang/lento
Jagung

KAB. Tanah Datar

Terkenal dengan:

  • Dadiah
  • Rendang belut
  • Pangek ikan lapuak
  • Kerupuk jangek
  • Aia kawa
  • Lomang tapai
  • Ampiang
  • Pergedel jagung (kota Padangpanjang)

Kab. Solok

Terkenal dengan:

  • Ikan bilih (danau Singkarak)
  • Singgang (daerah Alahanpanjang)

Kab. PADANG PARIAMAN

Terkenal dengan:

  • Telor asin (daerah Sicincin)
  • Sanjai (kota Padang)

Kab. Agam

Terkenal dengan:

  • Nasi Kapau
  • Sanjai
Featured

Naik Motor

Jakarta-Bandung

Jakarta-Bandung saya sudah terbiasa sejak tahun 2006 sampai sebelum Corona dan Lock Down ini.

Ada keasyikan tersendiri naik motor jarak jauh. Menantang. Saya sering jalan malam sendiri. Berhenti di warung jika capek dan ngantuk sambil minum kopi.

Keliling Kota di Sumatera

Selain Jakarta-Bandung, saya juga naik motor dari Pekanbaru ke kota Duri, Perawang, Payakumbuh, Padang, Muaralabuh, Padang, Rao, Lintau, Simpang Empat Pasaman dan sekitarnya tahun 2009 dan 2013 lalu dalam rangka kerja.

Featured

Rumah Makan Padang

Sebetulnya Rumah Makan Padang adalah Rumah Makan Minangkabau karena bukan hanya ada di kota Padang😁 dan sebagai tanda diluar Sumatera Barat.

Banyak yang bisa dibahas tentang ini. Walau tidak ada fotonya, saya ingat dan pernah berkunjung di beberapa tempat. Dalam perjalanan keluarga waktu kecil dan pekerjaan ada beberapa tempat yang pernah saya kunjungi dan makan diantaranya:

RM. Andalas

Berada di Jl. Soekarno Hatta No. 601 Bandung. Zaman tahun ’90-an mahasiswa Uninus dan para pengajar makan disini karena berada di depan kampus.

RM. Taruko Jaya

Berada di jalan lintas Sumatera daerah Kelapa Tujuh, Kotabumi. Saya paling suka goreng ayamnya. Beda dengan yang lain. Lebih terasa empuk dan bumbunya. Merupakan persinggahan bus NPM.

RM. Sinar Paris

Berada di prapatan Kopo-Bypass, Bandung. Rendang Pariamannya maknyuuss.

RM. Nasi Kapau Uni

Berada di Jl. Dalem Kaum, Bandung dekat Alun-Alun. Di seberang rumah makan ini ada Martabak Kubang. Masakannya yang enak tentu gulai kapaunya.

RM. Pangek Situjuah

RM. Pangek Situjuah

Terletak di Jl. Payakumbuh-Bukittinggi tepatnya di daerah Ngalau Indah. Masakan Pangek nya sangat enak.

RM. Bareh Solok

Terletak di Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tempat singgah tamu sebelum ke Bandara.

RM. Ranah Minang

Sebelum Kelok 9, di daerah Lubuak Bangku orang istirahat, Sholat dan mandi atau cuci mobil dulu karena akan melewati jalan sepi berliku dan menanjak arah Pekanbaru atau Padang.

RM. Ranah Minang ini salah satu dari Rumah Makan disini. Namun Rumah Makan lainnya di pinggir sungai juga banyak. Misalnya RM. Terang Bulan.

RM. Lamun Ombak

Terletak di samping jembatan Ulak Karang, Padang. Dekat juga dari Bandara Tabing. Malam hari Rumah Makan ini terang benderang. Ini termasuk ciri khasnya juga.

Masakannya yang paling saya suka waktu dulu beli buat buka dan sahur yaitu Rendang yang ada kacang merahnya dan gulai toco ikan. Nasinya lembut dan sayur toge kuningnya menambah selera.

RM. Dendeng Lombok

Berada di belakang Lanud Simpang Tiga, Marpoyan, Pekanbaru. Dendeng Lomboknya hampir sama dengan Dendeng Batokok namun agak sedikit ada rasa asam. Rumah makan ini sepertinya sekarang sudah tidak ada. Yang ada beberapa penjual Soto.

RM. Natrabu

Terletak di Jl. Sabang, Jakarta. Sambil belanja yang lain atau pulang dari Sarinah, jaman dulu kalo lapar kesini aja.

Di Denpasar saya sering mampir di cabangnya Jl. Bypass Sanur dekat persimpangan Jl. Danau Tamblingan. Cukup besar tempatnya.

Kalau tidak salah cabangnya ada di Sudirman Park, Pejompongan belakang Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

RM. Sidi

Ini yang unik. RM Sidi ini, Sidi adalah nama pemiliknya. Rumah Makan berupa warung sederhana di los pasar ini adanya di hari pasar saja. Senin di Suliki, Kamis di Limbanang dan Sabtu di DangungDangung

Memasaknya langsung di tempat dan tamu duduk sambil makan di bale-bale.

RM. Meiling

Berada di depan terminal Payakumbuh tahun ’70-an. Saya sering makan sama kakek sambil menunggu bus ke Pekanbaru disini.

Memasaknya masih pakai tungku kayu. Harum dan gurih.

RM. Sambalado Hijau

Berada di daerah Lubuak Jantan, Pangkalan Kotobaru di tengah hutan. Sepi dan udaranya sejuk. Tapi rame dikunjungi orang yang mau ke Padang atau Pekanbaru.

Sesuai namanya, samba lado ijau jadi favorit buat tamu.

RM. Kelok Indah

Berada di dekat perbatasan Sumbar Riau. Tempat perhentian kebanyakan mobil Travel.

RM. Umega

Terletak di Dharmas Raya, Jalan Lintas Sumatera yang rame tahun ’80-an awal ramenya Bus Lintas Sumatera. Merupakan persinggahan buat persiapan perjalanan jauh arah Jawa. Hampir semua bus, truk dan mobil pribadi mampir disini. Bahkan kami dulu dari Hotel Nirwana, Singkarak sengaja kesini pake mobil Toyota Hardtop.

Selain makan, mandi dan Sholat disini juga banyak toko dan penginapan.

RM. Kota Buana

Terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto, Pekanbaru. Dekat dari Senapelan Plaza. Ramai sejak tahun ’70-an. Cabangnya saya pernah mampir di Jl. Masjid Al Wustho, Duren Sawit, Jakarta.

RM. Pak Tahar

Terletak sebelah kanan dari Payakumbuh arah Dangung-Dangung. Rumah Makan satu ini dulu saya alami bangunannya masih kayu dan bambu. Makannya di bale-bale. Masakan faforitnya Gajeboh.

Bagi yang melewati kota Payakumbuh tak segan mampir dulu walau agak jauh dari kota Payakumbuh ke Rumah Makan milik Pak Tahar ini.

RM. Suri

Awalnya berdiri di Suliki. Kemudian pindah ke Kotobaru Simalanggang di Jl. Raya Suliki-Payakumbuh. Tidak jauh dari RM. Pak Tahar.

RM. Dendeng Batokok

Kalau gak salah sekarang namanya RM. Mintuo. Berada di dekat Panorama II Sitinjau Laut atau dekat Lubuak Silasiah, Kayu Aro-Solok. Kalau dari kota Padang mau ke Solok RM ini pasti dilewati. Rame waktu tahun ’80-an. Dendeng Batokok nya sangat enak.

Disini sekarang juga sebagai tempat orang nunggu bus ke Jawa seperti NPM, ANS dan lainnya yang datang dari arah Padang.

RM. Rangkiang

Berada di daerah Manggilang, Pangkalan Kotobaru Jl. Lintas Sumbar-Riau. Gak jauh dari Tugu Globe.

Dulu sangat rame. Bus, truk, travel dan mobil pribadi singgah disini.

RM. Soto Angkasa

Dulu berada dekat Bandara Tabing namun sekarang pindah ke jalan Akses Bandara Internasional Minangkabau, Kasang, Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

Berjarak hanya 3.5 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau yang bisa dicapai dalam waktu 5 menit.

Rumah makan soto ini ramai, terkenal dari dulu hingga saat ini. Seperti di dekat Bandara Simpang Tiga, Pekanbaru juga ada rumah makan soto terkenalnya.

RM. Bundo Kanduang

Tempat makan Udang Sungai disini terkenal sejak jaman nyebrang pake Pelayangan Rantau Berangin tahun ’60-an.

Suasana ditepi sungai menambah nikmatnya makan. Oh ya, selain itu soto dan mi nya juga enak.

RM. Simpang Raya

Tahun ’76 kami mampir disini waktu liburan ke Bandung. Tapi hanya saya yang makan karena gak puasa. Itupun hanya minum Es Alpukatnya yang terkenal.

RM. Rindu Alam

Berada tepat di Puncak Pas. Sampai sekarang masih ada.

Featured

Rumbai

Tempat Waktu Kecil

Rumbai adalah daerah di Pekanbaru. Usia 5 tahun saya disitu. Saya lahirnya di Duri yang tak lama kemudian pindah ke Rumbai tepatnya di Gang Utama, kelurahan Meranti Pandak tahun 1972.

Banyak kenangan disana. Saya sekolah di SD Teladan Rumbai depan kawasan pemukiman orang Caltex.

Jalan Sering Diperbaiki

Saat itu jalannya masih aspal tanah. Beberapa waktu tergantung kondisi, jalan sering diperbaiki dengan alat berat (bahasa kami “Gledor”)

Kalau hujan, sangat licin. Mobil dipasangi rantai di bannya biar tidak selip. Jadilah berisik.

Bus Panjang

Ke sekolah saya naik Bus Panjang bertingkat. Kayak di Amerika. Kalau bisnya kelamaan, selain antar jemput dengan mobil Fiat 1000 papa saya, bisa naik oplet. Malah pernah jalan kaki melewati rawa, padang golf dan hutan karet. Gak tau kenapa saya tidak takut waktu itu. Kecuali pas banjir karena Sungai Siak meluap.

Jembatan

Saya masih sempat naik Jembatan Ponton sebelum jembatan Leighton dibangun. Menyeberang dari Jl. Riau (Hotel Panghegar Pekanbaru) ke Bom Baru.

Featured

Bus di Sumbar

Bus Jaman Dulu

Waktu dulu di Sumatera ada beberapa bus terkenal seperti Bus Gagak Hitam, Sibual-Buali dan Sinamar.

Akordion

Bus jaman dulu banyak yang dilengkapi Accordion untuk menghibur penumpang. Disebut “Klason.” Selain menghibur dengan lagu-lagu hit jaman itu juga sebagai penanda bus telah datang untuk penumpang yang naik di jalan dan rumahnya jauh dari jalan raya agar mereka bersiap-siap.

Aneka Bus

Dari Sumatera Barat banyak bus antar kota yang sempat maju usahanya sampai punya trayek jauh seperti Bima. Yaitu bus ANS Jakarta-Bima yang saya temui tahun 2001 lalu di Gilimanuk. Selanjutnya bus NPM, TES, Bahagia, Sinamar, Transport dan Gumarang juga ada.

Featured

Ta’jil

Makanan Khas

Sejam sebelum buka puasa saya ngabuburit ke Pasar Kordon, Buah Batu-Bandung nemu makanan khas kampung saya

Tak semudah di kampung menemukan makanan khas buka puasa seperti Bongko, Cendol Sagu, Lomang, Aia Aka, Ponukuk, Sarikayo dan banyak lagi yang enak-enak.

Budaya

Ta’jil jadi incaran saat mau buka. Sudah budaya. Bahkan mau bermacet ria berburu Ta’jil seperti di BKT Jakarta Timur.

Padahal berbuka dengan air putih saja sudah cukup.

Mudah dijumpai Ta’jil itu lho! Gratis lagi. He he he… Bagi yang panjang akal, sebulan berburu Ta’jil bisa ngirit. Tiap Masjid selalu disediakan. Kadang termasuk nasi. Di pinggir jalan juga suka ada orang, ormas dan klub berbagi. Di bandara juga sering. Saya beberapa kali dapat dari Angkasa Pura sebagai pelayanannya.

Featured

Naik Pesawat

Harga tiketnya Rp. 1.250,-

Dari Kecil Naik Pesawat

Saya naik pesawat pertama kali saat bayi yaitu pesawat Seulawah Air dari Pekanbaru ke Padang tahun 1971.

Terlihat lucu. Di bagian luar tiketnya tertulis “Kartika Kentjana” Apakah itu nama pesawatnya? Harga tiketnya murah. Rp. 1.250,- 😁

Aneka Tiket

Tiket-tiket bekas almarhum papa saya banyak. Masih tersimpan di koper merek Samsonite di kampung. Ada Mandala Airlines, Garuda Indonesian Airways, Bouraq Airlines, Merpati Nusantara Airlines dan Sempati Air Transport bertuliskan angka ada yang Rp. 5.000,- sampai Rp. 35.500,- untuk harga penerbangan seperti Pekanbaru-Jambi, Padang-Jakarta dan lain-lain. Travel penjualnya PT. Pasopati Karya, Jl. Hayam Wuruk, PT. Natrabu Travel Bureau, Jl. Pemuda, Padang dan Bonanza Travel di Jl. Otista, Jakarta serta lainnya.

Featured

Suka Foto-Foto

Bakat dari orangtua.

Bakat

Almarhum papa punya kamera lengkap dan peralatan cetak sendiri. Banyak momen diabadikan. Bakat itu menurun kepada saya hingga saya juga suka memotret sesuatu yang menurut saya berguna sebagai informasi atau kenangan.

Belajar Blog

Saya sedang belajar menulis blog tentang foto-foto tersebut walau tidak sebagus fotografer. Foto yang saya hasilkan sederhana dengan menggunakan kamera biasa dan ponsel.

Kamera Jadul

Ini hasil pemotretan papa saya dengan kamera jadulnya.